Gambaran Ringkas Proses Ta'aruf
Sebelum membahas gambaran ringkas taaruf, ada baiknya kita ulas dahulu arti dan makna dari taaruf itu sendiri.
Taaruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya. Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga. Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah. Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Ta’aruf hanya dilakukan oleh yang SIAP MENIKAH. Karenanya sebelum ta'aruf fokus pantaskan diri & minta restu orang tua. (Dan kamu yang wanita, kalau ada lelaki yang ngajak ta'aruf...biar gak di PHP, tanyakan kapan dia SIAP NIKAHnya? Kalau ga bisa jawab, berarti potensi PHP 😅)
Ta'aruf itu TERJAGA, bukan lewat cara nyerempet maksiat. Jadi, kamu didampingi MEDIATOR/perantara ta'aruf. Biar ada yang membantu prosesnya fokus dan terjaga. Mediatormu bisa orangtua, saudara, ustadz/ah atau sahabat yang dipercaya. .
Ta'aruf itu kamu dan dia saling MENCARI TAHU, mengukur, menilai, bertanya. Sehingga mendapat gambaran jelas sosoknya. Apakah sesuai dengan harapanmu? Apakah pantas untuk kamu bawa dalam istikharahmu? .
Di awal ta’aruf, kalau belum saling mengenal, boleh BERTUKAR BIDOATA. Untuk memudahkan. Plus untuk penilaian awal, kalau memang sudah jauh dari harapan, ga perlu ke tahap pertemuan.
Lalu PERTEMUAN. Didampingi mediator. Disini kamu dan dia saling menjelaskan tentang diri, latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, visi misi hidup, visi berumah tangga dan lainnya.
Pertemuan boleh lebih dari sekali, tergantung kebutuhan. Kalau bisa ta'arufkan juga calon dengan keluargamu, dan kamu dengan keluarganya. Bagus jika bisa ta'aruf antar keluarga.
REDAM BAPER. Dalam berta’aruf jangan terburu-buru menjatuhkan cinta, tetapi dalami pribadinya. Karena dia yg ta'aruf denganmu belum tentu jodohmu. Repot kalau ditakdirkan berpisah, namun dalam kondisi lagi sayang-sayangnya. Hehehe. .
Selain TA'ARUF lewat pertemuan-pertemuan, coba cari tahu tentang dirinya dari sahabat nya, tetangganya, rekan kerja/bisnisnya, dll (in syaa Allah dibahas dalam posting tersendiri).
Jika proses di atas sudah dilakukan, tahap selanjutnya adalah kamu MUSYAWARAH dengan kedua orang tuamu. Lalu ISTIKHARAH. In syaa Allah hasil akhir adalah yang terbaik untukmu.
Selamat berikhtiar 😊👍
Komentar
Posting Komentar