BERBUAT BAIK LAH KEPADA ORANGTUA, TERUTAMA IBU

Allah memerintahkan manusia berbuat baik kepada orangtua nya baik mereka masih hidup, ataupun sudah meninggal. berbuat baik kepada orang tua ialah menghormati dan merawat mereka, dan memberi nafkah apabila mereka sudah tidak mempunyai penghasilan lagi. Sedangkan berbuat baik kepada orang tua yang telah meninggal ialah selalu mendoakannya kepada Allah agar diberi pahala dan diampuni segala dosanya.

Rasulullah Saw., bersabda, "Apabila manusia telah meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Allah menerangkan secara khusus mengapa manusia harus berbuat baik kepada ibunya. Pengkhususan itu menunjukkan bahwa ketika anak akan berbuat baik pada orangtua nya, maka ibu harus didahulukan daripada ayah. Sebab perhatian, pengorbanan dan penderitaan ibu lebih besar dan lebih banyak dalam merawat dan mendidik anak dibandingkan perhatian, pengorbanan dan penderitaan yang dialami ayah.

Diantara pengorbanan ibu adalah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, 
"...Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun...." (QS Luqman, 31 :14)

"Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna...." (QS Al-Baqarah, 2:233)

Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, mudah-mudahan Allah meridainya,
ia berkata, "Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbakti?" 
Rasulullah menjawab, "Kepada Ibumu" 
Aku bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa?"
Beliau menjawab, "Kepada Ibumu."
Aku bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa?"
Beliau menjawab, "Kepada Ibumu."
Aku bertanya lagi, "Kemudian kepada siapa?"
Beliau menjawab, "Kepada Ayahmu, kemudian kepada karibmu yang paling dekat lalu yang paling dekat." (HR Abu Dawud dan Tirmizi)

Kesimpulannya adalah Allah memerintahkan manusia agar berbuat baik kepada orangtuanya. Berbuat baik kepada ibu lebih diutamakan daripada ayah karena ibu mengandung anak dalam keadaan susah payah, menyusuinya, dan mendidiknya. 
(Departemen Agama, RI, Al-Quranulkarim wa Tafsiruhu, Jilid 5, 2009: 264-268)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGUPLOAD LAGU KE SMULE UNTUK SONGBOOK

TIPS MENGHILANGKAN JERAWAT DAN BEKAS JERAWAT

CELOTEHAN RASA